Jumat, 06 Mei 2016

Video Kelompok 4

Kelompok 4

"Dream High"

Nama-Nama Anggota Kelompok:

ADRI MARDHOTILLAH (20140720046)
INA RAHMANA (20140720047)
SHELLA DWI CAHYADININGSIH (20140720086)
ZULFA AULIA (20140720058)
FAHRUDIN (20140720070)
AMRI JATI VIATWAN (20140720081)


https://www.youtube.com/watch?v=kjzhVa5ayDs

Film ini berjudul Dream High, menceritakan seorang anak ABK yang dia juga terkena pergaulan tidak baik, dia selalu dibully oleh teman-teman dan gurunya di sekolah, disebabkan karena dia sulit memahami pelajaran. Ayahnya juga tidak menyukainya, ayahnya lebih sayang kepada adiknya karena lebih pintar dibandingkan dia, namun ibunya perhatian dengan dia dan ketika mendapat skor di sekolah, ibunya menyuruhnya untuk ikut les. Di tempat les dia mendapatkan seorang guru yang baik, dan memotivasinya untuk mencapai impian yang baik. Pada akhirnya dia menjadi anak yang berprestasi, lulus SMA, dan masuk Universitas Swasta terbaik yaitu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Review Film "Pensil Patah"

Review Film Pendek "Pensil Patah"

Saya disini tidak mereview film-film besar seperti Laskar Pelangi, atau film-film lainnya, karena saya yakin sudah banyak reviewer-reviewer yang sudah meriview film tersebut. Namun disini saya meriview suatu film pendek yang mungkin jauh dari kata terkenal dengan pengunjung youtube sekitar 72ribu lebih, sekalipun demikian film ini memiliki nilai-nilai yang sangat dalam.

Film ini mengisahkan seorang anak yang berasal dari keluarga yang serba kekurangan di suatu daerah namanya Kampung Banyu, yang mana anak ini tidak dapat bersekolah diakibatkan tingginya biaya pendidikan di negeri ini, pekerjaan anak ini sehari-hari mencari barang-barang bekas alias pemulung, pernah beberapa kali menyelinap masuk ke satu sekolah SD dan diam-diam mendengarkan guru yang sedang mengajar dibelakang kelas. Dia menjadikan kertas brosur sebagai buku, dan mendapatkan pensil ketika memulung sampah.

Suatu ketika dia ketahuan mendengarkan guru mengajar dari belakang kelas, namun guru disekolah tersebut baik hati, kemudian memanggilnya dan memberikannya baju seragam, kemudian mempersilakan anak tersebut untuk belajar disekolah tersebut dengan gratis.

Film ini meski sederhana, namun memiliki nilai-nilai positif yang banyak, yaitu: semangat dalam menuntut ilmu, memiliki simpati dan empati terhadap orang yang tidak mampu, dan sebagainya, film ini sangat menarik, menginspirasi, memberikan kesadaran saling tolong menolong.

sekian review film pendek "Pensil Patah".




look at the video

Kamis, 05 Mei 2016

Riview Buku Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck

Riview Buku Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck
Buku ini adalah novel yang ditulis oleh Buya Hamka (Haji Abdul Malik Karim Amrullah), seorang ulama besar Indonesia dan juga seorang sastrawan terkenal dari tanah Minangkabau. Novel ini diterbitkan pertama pada tahun 1938.
Tenggelamnya Kapal Van der Wijck Novel ini mengisahkan tentang percintaan yang dihalangi adat yang berlaku di Minangkabau yaitu hubungan cinta sepasang kekasih yang bernama Zainuddin dan Hayati yang berakhir kematian. Zainuddin yang merupakan anak dari Pendekar Sutan, yang mana ayahnya ini seorang yang terbuang akibat perdebatan harta warisan dengan mamaknya yang berujung kematian. Pendekar Sutan diasingkan kedaerah Cilacap dari Batipuh selama 12 tahun, namun setelah bebas dia lebih memilih untuk merantau ke tanah Mengkasar, walaupun keluarganya banyak meminta untuk pulang. Di Mengkasar Pendekar Sutan menikah dengan Daeng Habibah, dari pernikahan ini lahirlah Zainuddin. Sewaktu kecil Zainuddin telah ditinggal mati oleh ayah dan ibunya, dan dia diasuh oleh Mak Base.

Setelahberanjak remaja Zainuddin meminta izin kepada ibu asuhnya Mak Base untk pergi ke kampung ayahnya Batipuh, tanah Minang. Sesampainya di sana kedatangan Zainuddin tidak mendapatkan sambutan baik di tengah-tengah struktur masyarakat yang bernasabkan kepada ibu itu. Ia dianggap tidak memiliki pertalian darah lagi dengan keluarganya di Minangkabau karena meskipun ayah Minang ibunya berasal dari Bugis. Akibatnya ia sedih merasa terasing dan melalui surat-surat ia kerap mencurahkan kesedihannya kepada Hayati, prempuan keturunan bangsawan Minang yang prihatin terhadapnya.

Setelah Zainuddin dan Hayati sama-sama mulai jatuh cinta, Zainuddin memutuskan pindah ke Padang Panjang karena mamak Hayati memintanya untuk keluar dari Batipuh. Sebelum berpisah, Hayati sempat berjanji kepada Zainuddin untuk setia. Sewaktu Hayati berkunjung ke Padang Panjang karena hendak menjumpai Zainuddin, Hayati sempat menginap di rumah sahabatnya, Khadijah. Namun, sekembali dari Padang Panjang, Hayati dihadapkan oleh permintaan keluarganya yang telah sepakat untuk menerima pinangan Aziz, kakak Khadijah. Aziz, yang murni keturunan Minang dan berasal dari keluarga terpandang, lebih disukai keluarga Hayati daripada Zainuddin. Meskipun masih mencintai Zainuddin, akhirnya terpaksa menerima dinikahkan dengan Aziz.

Mengetahui Hayati telah menikah dan mengkhianati janjinya, Zainuddin yang sempat berputus asa pergi ke Jawa bersama temannya Muluk, tinggal pertama kali di Batavia sebelum akhirnya pindah . Di perantauan, Zainuddin menjadi penulis yang terkenal. Pada saat yang sama, Aziz juga pindah ke Surabaya bersama Hayati karena alasan pekerjaan, tetapi rumah tangga mereka akhirnya menjadi berantakan. Setelah Aziz dipecat, mereka menumpang ke rumah Zainuddin, tetapi Aziz lalu bunuh diri dan dalam sepucuk surat ia berpesan agar Zainuddin menjaga Hayati. Namun, Zainuddin tidak memaafkan kesalahan Hayati. Hayati akhirnya disuruh pulang ke Batipuh dengan menaiki kapal Van der Wijck. Di tengah-tengah perjalanan, kapal yang dinaiki Hayati tenggelam, dan setelah Zainuddin mendengar berita itu ia langsung menuju sebuah rumah sakit di Tuban. Sebelum kapal tenggelam, Muluk yang menyesali sikap Zainuddin memberi tahu Zainuddin bahwa Hayati sebetulnya masih mencintainya. Namun tak lama setelah Zainuddin datang, Hayati meninggal. Sepeninggal Hayati, Zainuddin menjadi sakit-sakitan sampai akhirnya meninggal.

Buku yang ditulis Buya Hamka ini bercerita tentang permasalahan sosial, yang mana kita kenal orang Minangkabau itu kental dengan adat istiadatnya, membuat rakyat Minang sendiri terkekang dengan adat yang jauh dari syari'at Islam. Buku ini bagus memberikan kepada kita suatu pelajaran bahwa jangan sedikit-sedikit pakai adat, apa-apa pakai adat, menyelesaikan sesuatu pakai adat, tapi jadikanlah syari'at Islam sebagai pedoman kita, jangan bawakan pemikiran kolot yang membuat kita menjadi susah sendiri, akibat adat kita malah membuat kehidupan sosial jadi bertingkat-tingkat, padahal semua manusia itu sama dimata Allah dan yang membedakan adalah ketaqwaan kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Al-Quran, surah Al-Hujurat ayat 13 yang bunyinya :
"Hai.. manusia sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."

      Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam juga pernah bersabda :
"Manusia itu sama seperti gigi-gigi sisir, tidak ada kelebihan bagi orang Arab, kecuali karena taqwanya."

Jumat, 29 April 2016

Peran Mahasiswa PAI UMY Untuk Memperbaiki Pendidikan di Indonesia



link gambar
Untuk memperbaiki pendidikan di Indonesia, peran mahasiswa PAI UMY yang harus dilakukan adalah meningkatkan kualitas diri atau jadilah seorang guru Agama Islam yang berkualitas, fenomena yang terjadi di daerah saya Kampar, Riau banyak sekali guru PAI yang tidak memiliki kualitas baik atau tidak menguasai Pendidikan Agama Islam, contohnya dalam membaca Al-Qur'an banyak diantara guru PAI tersebut yang salah dalam tajwid, hukum bacaan dan makhraj.

Jumat, 01 April 2016

Essay Pengaruh Televisi terhadap Perkembangan Moral Anak



Pengaruh Tayangan Televisi terhadap Perkembangan Moral Anak
Oleh Adri Mardhotillah
20140720045

lihat sumber
Televisi sebuah benda yang memiliki manfaat namun juga memiliki dampak negatif bagi sejumlah remaja, televisi banyak memberikan tontonan kepada para pemirsanya, ada yang berisikan tontonan yang baik dan ada juga yang merusak, dari waktu ke waktu telah banyak pengaruh yang terlihat dari tayangan televisi yang mempengaruhi perkembangan moral pada anak.

Ahlan Wa Sahlan

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Bismillah

akhawati wa ikwani, selamat datang di blog Adri Mardhotillah, blog yang saya namakan selembut terpaan embun pagi.

Alhamdulillah, blog ini selesai saya buat, dimana nantinya InsyaAllah akan ada postingan-postingan yang bermanfaat untuk kita semua.